Moskow (KABARIN) - Negara-negara Uni Eropa sampai saat ini belum bersiap mengerahkan kapal untuk menjaga keamanan Selat Hormuz, kata Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas pada Senin (16/3).
Dalam konferensi pers setelah bertemu para menteri luar negeri Uni Eropa, Kallas menegaskan bahwa konflik antara AS-Israel dan Iran bukanlah perang Eropa.
“Dalam situasi di kawasan ini, kami memiliki operasi ASPIDES di Laut Merah. Pembahasannya adalah bahwa operasi tersebut perlu diperkuat karena tidak memiliki banyak aset angkatan laut. Seharusnya ditambah," ujar Kallas.
Ia menambahkan, "Namun keputusan apakah mandat ini akan diperluas untuk mencakup Selat Hormuz hingga ke utara dari garis Muscat, tidak mendapat dukungan dari negara-negara anggota. Tidak ada yang ingin terlibat aktif dalam perang ini, dan semua pihak khawatir mengenai bagaimana hasil akhirnya,”.
Sementara itu, sejak akhir pekan lalu Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan negara-negara pengimpor minyak yang jalurnya melalui Selat Hormuz untuk menjamin keamanan selat tersebut dengan jaminan bantuan dan koordinasi dari AS.
"Negara-negara di dunia yang memperolah minyak melalui Selat Hormuz harus menjaga jalur tersebut dan kami akan membantu, banyak!" kata Trump di media sosial Truth Social.
Ia juga menekankan bahwa Washington akan berkoordinasi dengan negara-negara terkait agar semuanya berjalan cepat, lancar, dan baik.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026